Tak dapat dipungkiri bahwa...
Mendidik Si Kecil agar pintar harus dilakukan sejak usia dini
Agar tumbuh jadi anak pintar, Bunda bisa memberikan dukungan dan melakukan persiapan berikut ini sejak Si Kecil berusia dini.
Setiap orang tua tentu ingin agar sang anak pintar dan cerdas sehingga bisa meraih kesuksesan dalam hidup. Padahal sebenarnya, agar Si Kecil pintar dan sukses tak hanya diperlukan kecerdasan secara intelektual, tapi juga kecerdasan emosional dan sosial yang harus diasah.
Kecerdasan intelektual seorang anak berkaitan dengan kemampuannya untuk belajar, memecahkan masalah, berpikir, serta berbagai hal yang melibatkan logika. Kecerdasan emosional seorang anak berkaitan dengan kemampuannya mengenali dan mengendalikan perasaannya sendiri maupun orang lain sehingga ia bisa menggunakannya untuk melakukan sebuah tindakan atau mengambil keputusan. Sedangkan kecerdasan sosial adalah kemampuan Si Kecil untuk melakukan interaksi sosial dengan orang lain dan kemampuannya bergaul di lingkungan masyarakat.
Agar tumbuh jadi pintar, selain kecerdasan intelektul, kecerdasan emosional dan sosial juga harus dilatih dan diasah. Ketiganya harus hadir dalam diri Si Kecil, ketiganya sama-sama penting dan keberadaannya harus seimbang agar tumbuh kembang otak Si Kecil optimal hingga ia beranjak dewasa. Potensi Si Kecil tumbuh pintar dan cerdas pun akan semakin maksimal.
Bunda dan Ayah setiap hari tentu berusaha mendidik dan mengajar Si Kecil agar tumbuh jadi anak pintar dengan harapan ia memiliki bekal untuk sukses di masa depan. Bahkan tak jarang Namun tahukah Bunda kalau untuk menjadikan Si Kecil anak yang pintar, ternyata tak cukup hanya dengan rajin belajar saja.
Rajin belajar hanya akan mengasah kecerdasan intelektualnya saja, sedangkan untuk melatih kecerdasan emosional dan sosialnya diperlukan langkah lain. Untuk bisa melatih kecerdasan emosional dan sosial si Kecil, juga diperlukan stimulasi tepat sejak usia dini. Dengan stimulasi tepat maka kecerdasan sosial dan emosional Si Kecil pun akan meningkat.
Tak hanya rajin belajar, ada beberapa hal lain yang bisa Bunda dan Ayah lakukan untuk mendidik Si Kecil tumbuh jadi anak pintar dan cerdas tak hanya dari sisi intelektual, tapi juga emosional dan sosial. Yuk, simak beberapa cara berikut ini yang bisa Bunda praktikkan kepada Si Kecil di rumah.
Anak dengan disiplin yang tinggi dianggap lebih mampu mengendalikan emosinya, lebih bertanggung jawab dan sabar, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dengan lebih baik.
Menjaga hubungan antar keluarga agar tercipta ikatan kuat dan penuh kasih sayang juga bisa mengembangkan kecerdasan emosional dan intelektual anak, lho. Jika lingkungan keluarga atau hubungan antara orang tua tidak positif, bisa saja Si Kecil merasa tidak aman dan disayangi. Bila dibiarkan, Si Kecil jadi tidak percaya diri untuk belajar atau pun mengembangkan kemampuan dan kecerdasan yang ia miliki.
Setelah Si Kecil selesai melakukan aktivitas fisiknya, Bunda bisa membersihkan tubuh dan rambutnya dengan Cussons Kids Hotwheels Limited Edition Series agar ia kembali segar, ceria, dan bersemangat meski sibuk belajar dan beraktivitas. Cussons Kids Hotwheels Limited Edition Series memiliki kandungan bahan-bahan alami yang membuat kulit tubuh dan rambut Si Kecil lembut dan harum sepanjang hari.
Dengan adanya ruang kreatif, Si Kecil jadi bisa berimajinasi dan berkreasi sesuka hati. Anak yang lebih kreatif dan memiliki imajinasi tinggi tentunya memiliki kecerdasan intelektual yang lebih berkembang pula.
Gaya belajar secara umum dibagi jadi tiga: auditorik, visual, dan fisik. Si Kecil yang lebih cepat memahami informasi lewat indera pendengaran berarti memiliki gaya belajar auditorik, anak yang lebih mudah menyerap informasi lewat indera penglihatan berarti memiliki gaya belajar visual, sedangkan anak yang perlu peraga atau pun menyentuh sesuatu untuk memahami sebuah informasih memiliki gaya belajar fisik.
Didikan dan pola asuh dari orang tua, sangatlah penting untuk mendukung Si Kecil tumbuh menjadi anak pintar. Tak perlu khawatir atau malah tak sabaran saat mendidik Si Kecil karena setiap anak memiliki kecepatan belajar . Bisa jadi juga,
Si Kecil memang memiliki berbagai kendala sehingga proses belajar tak berjalan mulus seperti seharusnya. Tugas Bunda dan Ayah adalah memahami kendala dan masalah yang dihadapi Si Kecil dan membantunya menghadapi kesulitan tersebut.
Bangunlah kebiasaan untuk bertanya pada Si Kecil tentang kesulitan yang ia hadapi, bangun juga kebiasaan agar Si Kecil tak takut untuk bertanya ketika menghadapi hal yang tidak ia mengerti saat belajar. Hal sederhana seperti ini pun sudah bisa menjadi dukungan besar agar Si Kecil tumbuh jadi pintar dan cerdas lho, Bunda.
Tak dapat dipungkiri bahwa...
Meningkatkan bonding dengan...
Kerjasama dalam tim sangat...
0 Comments